Arsitektur hari ini and future
NOV
02

Alastair Parvin: Arsitektur untuk rakyat oleh rakyat



Transkrip :

Ketika kita menggunakan kata "arsitek" atau "desainer," biasanya yang kita maksudkan adalah seorang profesional, seseorang yang dibayar, dan kita cenderung menganggap bahwa para profesional inilah yang akan membantu kita menjawab tantangan desain besar dan sistemik yang kita hadapi seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan kesenjangan sosial. Itulah anggapan kita. Dan sebenarnya, saya pikir anggapan itu salah.

0:37
Pada tahun 2008, saya baru akan lulus dari sekolah arsitektur setelah beberapa tahun belajar, memasuki dunia nyata dan mencari pekerjaan, dan inilah yang terjadi. Tidak ada lagi lapangan pekerjaan karena kondisi ekonomi. Dan ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Satu: jangan dengarkan para penasehat karir. Dan dua: sebenarnya ini adalah paradoks yang menarik untuk arsitektur, yaitu kita sebagai masyarakat, tidak pernah sebelumnya membutuhkan pemikiran desain seperti saat ini, namun arsitektur secara harfiah kehilangan lapangan pekerjaan. Saya kaget kita berbicara sangat mendalam mengenai desain, tetapi sebenarnya ada sebuah kegiatan ekonomi di balik arsitektur yang tidak kita bicarakan, namun menurut saya perlu kita bicarakan.

1:16
Dan tempat yang baik untuk memulainya adalah gaji Anda sendiri. Jadi, sebagai lulusan arsitektur yang baru mulai bekerja, Saya mungkin berharap untuk mendapatkan gaji sekitar 24.000 pound. Itu sekitar 36.000 - 37.000 dolar. Nah, dibandingkan dengan populasi seluruh dunia, itu sudah menempatkan saya di posisi 1,95 orang terkaya, yang menimbulkan pertanyaan, untuk siapa saya bekerja? Sayang sekali faktanya adalah bahwa sebenarnya hampir segala sesuatu yang kita sebut arsitektur hari inisebenarnya adalah bisnis merancang (bangunan) untuk satu persen yang terkaya dari populasi dunia,dan sudah selalu demikian. Alasan mengapa kita lupa akan hal ini adalah karena ada saat-saat dalam sejarah ketika arsitektur paling banyak mentransformasi masyarakat adalah saat-saat ketika sebenarnya, yang satu persen tersebut membangun untuk yang 99 persen, atas berbagai alasan yang berbeda, apakah itu melalui filantropi pada abad ke-19, komunisme pada awal abad ke-20,kesejahteraan negara, dan yang paling baru, tentu saja, melalui menggelembungnya pasar real estate.Dan semua ledakan tersebut, dengan berbagai caranya masing-masing, sekarang sudah gagal, dan kita kembali dalam situasi ini di mana para desainer dan arsitek paling pintar di dunia hanya benar-benar bisa bekerja untuk satu persen dari populasi.

2:32
Bukan hanya itu hal buruk bagi demokrasi, meskipun saya rasa begitu, ini bukanlah strategi bisnis yang cerdas. Menurut saya tantangan yang dihadapi generasi arsitek berikutnya adalah, bagaimana kita akan mengubah klien kita dari yang satu persen ke 100 persen? Dan saya ingin menawarkan tiga ide yang agak saling berlawanan untuk menerangkan bagaimana ini mungkin dilakukan.

2:53
Yang pertama adalah, menurut saya kita perlu mempertanyakan ide bahwa arsitektur adalah tentang membuat bangunan. Sebenarnya, bangunan adalah solusi paling mahal yang dapat Anda pikirkan untuk hampir setiap masalah. Dan pada dasarnya, desain harusnya jauh, jauh lebih tertarik untuk memecahkan masalah dan menciptakan kondisi-kondisi baru. Jadi, ada sebuah cerita. Sebuah perusahaan bekerja dengan sebuah sekolah, dan mereka memiliki gedung sekolah tua bergaya Victoria.

3:15
Dan mereka berkata kepada para arsitek, "Begini, koridor-koridor kami adalah sebuah mimpi buruk .Mereka terlalu kecil. Mereka menjadi sesak pada jam pertukaran kelas. Ada murid-murid nakal yang merajalela. Kami tidak dapat mengendalikan mereka. Jadi kami ingin Anda merancang ulang seluruh bangunan kami, dan kami tahu ini akan memerlukan biaya beberapa juta pound, tapi kami sudah menerima kenyataan tersebut."

3:31
Dan tim arsitek memikirkan hal ini, lalu mereka pergi, dan mereka berkata, "Sebenarnya, jangan lakukan itu. Alih-alih, singkirkan saja bel sekolah. Dan alih-alih memiliki satu bel sekolah yang berbunyi sekali, gunakan beberapa bel kecil yang berbunyi di tempat yang berbeda dan waktu-waktu yang berbeda, untuk mengatur lalu lintas yang melewati koridor. " Ini memecahkan masalah yang sama, tapi alih-alih menghabiskan beberapa juta pound, Anda menghabiskan beberapa ratus pound.Nah, kelihatannya seperti Anda memecat diri Anda sendiri, tapi nyatanya tidak. Anda sebenarnya membuat diri Anda lebih berguna. Para arsitek sebenarnya sangat-sangat pintar dalam berpikir strategis seperti ini. Dan masalahnya adalah bahwa seperti banyak profesi desain, kita terpaku pada gagasan untuk menyediakan jenis produk konsumen tertentu, dan menurut saya tidak harus seperti itu lagi.

4:13
Ide kedua yang layak dipertanyakan adalah pada abad ke-20 ini ide bahwa arsitektur massal adalah mengenai bangunan besar dan biaya besar. Sebenarnya kita membiarkan diri kita terkunci dalam pola pikir era industri yang mengatakan bahwa satu-satunya yang bisa membangun perkotaan adalah organisasi besar atau perusahaan yang membangunnya atas nama kita, membangun keseluruhan lingkungan tempat tinggal dalam proyek-proyek tunggal dan monolitik, dan tentu saja, format mengikuti pembiayaannya. Jadi yang Anda dapatkan adalah lingkungan tunggal dan monolitik yang berdasarkan pada model satu-untuk-semua ini. Dan banyak orang bahkan tidak mampu membelinya. Tetapi bagaimana jika, sebenarnya mungkin bagi kota-kota dewasa ini untuk dibuat tidak hanya oleh sedikit orang yang berpunya tetapi juga bagi oleh banyak orang yang hanya punya sedikit? Dan ketika mereka melakukannya, mereka membawa serta nilai-nilai yang berbeda tentang tempat yang ingin mereka tinggali. Dan ini memunculkan pertanyaan yang sangat menarik, tentang bagaimana kita merencanakan perkotaan? Bagaimana kita akan membiayai pembangunannya? Bagaimana kita akan menjual jasa desain? Apa artinya bagi masyarakat demokratis untuk menawarkan warganya hak untuk membangun? Mungkin ini terasa seperti sesuatu yang sudah jelas, bukan begitu, bahwa di abad ke-21, mungkin perkotaan dapat dikembangkan oleh warganya.

5:23
Dan ketiga, kita perlu mengingat bahwa, dilihat dari sudut pandang ekonomi, desain ada dalam kategori yang sama dengan seks dan perawatan lansia -- sebagian besar dilakukan oleh amatir. Dan itu adalah sesuatu yang baik. Sebagian besar pekerjaan berlangsung di luar lingkup ekonomi moneter,yang disebut dengan ekonomi sosial atau inti ekonomi, dimana orang-orang melakukan kegiatan ekonomi untuk diri mereka sendiri. Dan masalahnya adalah, bahwa sampai sekarang, adalah ekonomi moneter yang memiliki semua infrastruktur dan peralatan yang diperlukan.

5:53
Jadi, tantangan yang kita hadapi adalah, bagaimana kita akan membangun peralatan, infrastruktur, dan lembaga-lembaga untuk membangun ekonomi sosial arsitektur? Dan jawabannya, mulai dengan software open source. Dan selama beberapa tahun terakhir, perkembangannya sudah sampai ke dunia fisik dengan hardware open source, yang cetak birunya dibagikan dengan bebas sehingga siapapun dapat mengunduh dan membuatnya sendiri. Dan di situlah dimana printer 3 dimensi menjadi benar-benar menarik. Betul kan? Ketika tiba-tiba Anda memiliki printer 3D yang (juga) open source, yang mana setiap bagiannya dapat dibuat menggunakan printer 3D lainnya. Atau ide yang sama di sini, yaitu untuk mesin CNC, yang seperti sebuah printer besar yang dapat memotong berlembar-lembar kayu lapis. Yang dilakukan berbagai teknologi ini adalah secara radikal menurunkan ambang batas waktu dan biaya dan keterampilan. Mereka menantang ide yang mengatakan bahwa jika Anda ingin sesuatu dengan harga terjangkau, hanya bisa dalam bentuk satu-ukuran-untuk-semua. Dan mereka mendistribusikan secara besar-besaran kemampuan produksi yang sangat kompleks. Kita sedang menuju ke masa depan dimana pabrik bisa ada dimanapun, dan semakin lama itu berarti bahwa siapapun bisa menjadi tim desain. Itu benar-benar sebuah revolusi industri. Dan kalau kita berpikir bahwa konflik ideologi terbesar yang kita warisi semuanya bersumber dari pertanyaan siapa yang seharusnya mengontrol alat-alat produksi, dan teknologi ini akan menjawab pertanyaan tersebut:sebenarnya, mungkin tidak seorang pun, melainkan kita semua.

7:13
Dan kita terpesona oleh apa artinya itu bagi arsitektur. Jadi sekitar satu setengah tahun yang lalu, kami memulai sebuah proyek yang disebut WikiHouse, dan WikiHouse adalah sebuah sistem konstruksi open source. Dan idenya adalah untuk memungkinkan siapa pun secara online, mengakses secara gratis perpustakaan yang memuat model-model 3D, yang dapat mereka unduh dan adaptasikan saat ini menggunakan SketchUp karena gratis, dan mudah digunakan, dan hampir dengan hanya satu klik saja mereka bisa mendapatkan serangkaian file yang dapat dipotong yang memungkinkan mereka,untuk mencetak bagian-bagian dari sebuah rumah menggunakan mesin CNC dan bahan material standar seperti kayu lapis. Dan setiap bagiannya dinomori, dan pada dasarnya yang Anda dapatkan adalah sebuah paket IKEA yang besar. (Tertawa) Dan ia dapat dibuat tanpa menggunakan baut sama sekali. Ia menggunakan pengait baji dan pasak. Dan bahkan palu untuk membuatnya pun dapat disediakan pada potongan lembaran juga. Dan sebuah tim yang terdiri atas dua atau tiga orang,bekerja bersama-sama, dapat membangun ini. Mereka tidak memerlukan keahlian konstruksi tradisional. Mereka tidak perlu berbagai varian alat listrik atau semacamnya, dan mereka dapat membangun sebuah rumah kecil kira-kira sebesar ini dalam waktu sekitar satu hari.

8:28
(Tepuk tangan)

8:35
Dan hasilnya adalah rangka dasar sebuah rumah yang mana Anda kemudian dapat menerapkan sistem seperti jendela, dan dinding, dan insulasi, dan layanan-layanan berdasarkan pada apa yang murah dan tersedia. Tentu saja, rumah ini tidak pernah selesai. Kami sedang memutar otak, jadi rumah ini bukan produk jadi. Dengan mesin CNC, Anda dapat membuat bagian-bagian baru untuk rumah iniselamanya atau bahkan menggunakannya untuk membangun rumah di sebelah rumah. Jadi kita dapat melihat bibit potensial dari model pembangunan perkotaan yang dipimpin warga dan dibangun sepenuhnya secara open-source.

9:05
Kami dan banyak orang lainnya sudah membangun beberapa prototipe di berbagai belahan dunia sekarang, dan ada beberapa pelajaran menarik di sini. Salah satunya adalah metode ini selalu dapat disosialisasikan dengan mudah. Kami tidak bisa membedakan mana yang pekerjaan konstruksi dan mana yang bersenang-senang. Tetapi prinsip-prinsip keterbukaan ada pada bagian detaill fisik yang membosankan. Seperti jangan merancang bagian yang tidak dapat diangkat. Atau, bila Anda merancang sesuatu, pastikan Anda tidak bisa terbalik memasangnya, atau, jika Anda sudah melakukannya, tidak masalah karena ia simetris. Mungkin hal pokok yang terpatri mendalam bagi kamiadalah prinsip yang di kemukakan oleh Linus Torvalds, pelopor open source, yaitu gagasan untuk, "Menjadi malas seperti rubah." Jangan membangun kembali rodanya setiap kali. Gunakan apa yang sudah berfungsi, dan sesuaikan dengan kebutuhanmu. Berlawanan dengan hampir segala sesuatu yang mungkin Anda pelajari di sekolah arsitektur, menyalin itu adalah baik.

9:59
Yang mana tepat, karena sesungguhnya, pendekatan ini tidaklah inovatif. Beginilah sebenarnya kita mendirikan bangunan selama ratusan tahun sebelum Revolusi Industri seperti pembangunan lumbung masyarakat seperti ini. Satu-satunya perbedaan antara cara arsitektur tradisional lokal dan arsitektur open source mungkin adalah koneksi internet, tapi itu adalah perbedaan yang sangat, sangat besar.Kami sepenuhnya membuka WikiHouse di bawah lisensi Creative Commons, dan sekarang apa yang mulai terjadi adalah berbagai tim di seluruh dunia mulai mengambilnya dan menggunakannya, mengutak-atiknya, yang mana luar biasa. Ada sebuah komunitas yang mengagumkan di Christchurch, Selandia Baru yang melihat pembangunan perumahan pasca gempa, dan berkat kepada TED city Prize, kami sedang bekerja sama dengan sebuah tim mengagumkan di salah satu pemukiman di Riountuk membuat semacam pabrik untuk masyarakat dan universitas mikro. Ini adalah awal yang sangat, sangat kecil, dan bahkan ada lebih banyak orang dalam seminggu terakhir yang telah menggunakannya dan mereka tidak ada di peta ini. Saya harap kali berikutnya Anda melihat peta ini, Anda bahkan tidak akan dapat melihat petanya.

10:55
Kami menyadari bahwa WikiHouse adalah jawaban yang sangat, sangat kecil, tapi ini jawaban kecil untuk pertanyaan yang sangat, sangat besar, yaitu bahwa saat ini, di seluruh dunia, kota-kota dengan pertumbuhan tercepat bukan kota-kota dengan pencakar langit. Melainkan perkotaan yang dibangun sendiri dengan caranya sendiri. Jika kita bicara tentang kota abad ke-21, inilah orang-orang yang akan membuatnya. Suka atau tidak, selamat datang di tim desain terbesar di dunia.

11:24
Jadi jika kita serius menangani permasalahan seperti perubahan iklim, urbanisasi dan kesehatan,sebenarnya model pembangunan yang ada saat ini tidak akan menjawab masalah-masalah itu. Seperti yang seingat saya Robert Neuwirth pernah katakan, tidak ada bank atau perusahaan atau pemerintah atau LSM yang akan mampu untuk menjawab permasalahan itu jika kita memperlakukan masyarakat hanya sebagai konsumen. Betapa menakjubkannya bila, kita dapat mengembangkan solusi kolektif, bukan hanya terhadap permasalahan struktur yang sedang kita hadapi, tetapi untuk masalah infrastruktur seperti AC bertenaga surya, energi mandiri, sanitasi mandiri -- solusi-solusi dengan biaya rendah, open source, dan berkualitas tinggi yang dapat dibuat oleh siapa pun juga dengan sangat gampang dan menempatkan semuanya ke dalam wadah bersama yang dimiliki oleh semua orang dan dapat diakses oleh siapapun? Semacam Wikipedia untuk barang-barang? Dan ketika sesuatu masuk ke dalam wadah bersama itu, ia akan tetap ada di sana. Seberapa banyak wadah semacam itu akan mengubah peraturan yang ada? Dan menurut saya teknologi berada di pihak kita.

12:27
Jika proyek besar desain di abad ke-20 adalah demokratisasi konsumsi -- itu adalah Henry Ford, Levittown, Coca-Cola, IKEA — menurut saya projek besar desain di abad ke-21 adalah demokratisasi produksi. Dan kalau kita bicara tentang arsitektur di perkotaan, ini sangat penting. Terima kasih banyak. (Tepuk tangan)
Labels:
0
COMMENTS
View Site in Mobile | Classic
Share by: