MAR
17
Jual Beli Bitcoin

daftar payoneer

Kamis, 17 Maret 2016

20 Spesies Tanaman Baru Ditemukan di Siak

Advertisement
[Penghuni 60] Sejumlah ilmuwan dari Universitas Kyushu Jepang melakukan penelitian di kawasan konservasi atau arboretum APP-Sinar Mas di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati hutan hujan tropis di Asia Tenggara.

‎Ahli Botani dan Taksonomi Universitas Kyushu, Tetsukazu Yahara mengungkapkan, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman hayati hutan yang ada. Apalagi luas hutan tropis terus berkurang sehingga banyak jenis spesies tumbuhan juga hilang.

Baca Juga:
Tiga Makanan Pembangkit Gairah Bercinta  
  • Waspada, Ponsel Dapat Meningkatkan Risiko Depresi  
  • Jasa Review Produk Murah di Penghuni 60

  • “Tim kami sudah sepekan terakhir melakukan riset di arboretum APP-Sinar Mas yang luasnya mencapai sekitar 170 hektar. Kami selama delapan jam sehari berjalan kaki ke tengah tegakan pohon yang lebat di arboretum. Kami meneliti tanaman dari yang terkecil hingga pohon yang tingginya lebih dari 20 meter untuk mengambil sampel penelitian,” kata Tetsukazu , Rabu (16/3).

    20 Spesies Tanaman Baru Ditemukan di Siak

    Menurut dia, dari mata orang awam, flora yang terdapat di arboretum tersebut terlihat serupa. Namun, Tetsukazu mengatakan kawasan konservasi tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

    “Dalam jarak 100 meter kami melakukan riset di tempat ini, ditemukan sekitar 300 spesies tanaman yang berbeda. Saya juga melihat ada 10 sampai 20 spesies yang kemungkinan adalah spesies baru, namun untuk membuktikannya perlu penelitian lebih lanjut," ujarnya.

    Ia mengatakan dalam rangkaian penelitiannya, tim dari Universitas Kyushu telah meneliti hutan hujan tropis di Sabah dan Serawak, Malaysia. Kemudian, mereka juga sudah meneliti ke Provinsi Sumatera Barat dan kini melanjutkannya ke hutan Riau.

    “Hutan di Riau ini kurang lebih sama dengan yang ada di Sabah dan Serawak, hanya saja keanekaragaman hayati di sana sedikit lebih banyak," katanya.

    Tetsukazu memberikan masukan kepada perusahaan Sinarmas Forestry bahwa potensi keanekaragaman hayati yang dilindungi di kawasan konservasi tersebut harus diperluas. Ia menilai arboretum perusahaan industri kehutanan seluas 170 hektar itu terlalu kecil untuk kepentingan konservasi yang berkelanjutan.

    “Luas kawasan konservasi ini perlu ditambah agar peluang keberhasilan untuk menjaga spesies-spesies yang ada semakin besar," tandasnya.

    Sementara itu, Chairman Asia Pulp & Paper (APP) Jepang, Tan Ui Sian menyatakan pihaknya sudah beberapa kali bekerja sama dengan kalangan akademisi di Jepang, mulai dari pelestarian lingkungan berupa program penanaman pohon hingga dibidang penelitian. Lokasi arboretum merupakan bagian dari konsesi perusahaan yang dibiarkan alami sebagai tempat berbagai flora dan fauna untuk tujuan penelitian atau pendidikan serta konservasi.

    Mari kita lestarikan keanekaragaman hayati ini agar kelak anak cucu kita dapat turut menikmatinya.

    *******
    Signp60

    Mobile Version

    ( jpnn )
    loading...

    Related Post


    12  comments

    Apabila sobat menyukai Artikel yang aku tulis, Hayuk atuh diklik disini maka sobat akan mendapat kiriman artikel update terbaru dariku gratis melalui email Penghuni 60 atau masukkan email sobat di bawah ini lalu klik Subscribe

    feedsburner
    Comment Page :

    bukan sedikit jika yang ditemukan adalah 20 spesies baru di Siak Hulu Riau itu teh...selama ini kemana mereka itu ya?
    selama ini mereka tdk diketahui oleh ilmuwan2 kita sob.. yg tau itu ilmuwan dari Jepang.
    Siapa tau di belakang rumah kang Lembu jg byk tuh spesies barunya, coba aja diteliti sama ilmuwan Jepang sob..
    Delete
    Reply Delete
    eksak mengatakan... 19 Maret 2016 04.46
    kok gak dijabarin?
    nanti sob, blm dpt bocoran dr ilmuwan Jepangnya... :D
    Delete
    Reply Delete
    Setuju banget kak, ane dukung hehe
    makasih...
    Delete
    Reply Delete
    eha mengatakan... 26 Maret 2016 10.10
    Kenapa justru ilmuwan asing yg nemuin ya? Ilmuwan kita ke mana aja?
    hahah ya begitulah Indonesia. pemerintah juga tidak mendukung. susah bokkk
    Delete
    Reply Delete
    Wah... Banyak banget...
    Para peneliti yang sebelumnya sepertinya kurang teliti nih...
    Salam,
    hehe, mungkin saja sob
    Delete
    Reply Delete
    Setuju banget, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati ini agar kelak anak cucu kita dapat turut menikmatinya.
    setujuuuuu...
    Delete
    Reply Delete

    Posting Komentar

    Berkomentarlah yang baik, kalo ada yang meninggalkan link atau iklan di kolom komentar, maka komentarnya akan saya hapus.
    Gunakan Form Komentar Klasik untuk hasil komentar terbaik. Terima kasih.


    Cancel Reply
    Labels:
    12
    COMMENTS
    makasih...
    aug
    25
    makasih...
    setujuuuuu...
    aug
    25
    setujuuuuu...
    hehe, mungkin saja sob
    aug
    25
    hehe, mungkin saja sob
    Setuju banget, mari kita lestarikan keanekaragaman...
    Setuju banget, mari kita lestarikan keanekaragaman hayati ini agar kelak anak cucu kita dapat turut menikmatinya.
    Wah... Banyak banget... Para peneliti yang sebelum...
    apr
    14
    Wah... Banyak banget...
    Para peneliti yang sebelumnya sepertinya kurang teliti nih...
    Salam,
    hahah ya begitulah Indonesia. pemerintah juga tida...
    hahah ya begitulah Indonesia. pemerintah juga tidak mendukung. susah bokkk
    Kenapa justru ilmuwan asing yg nemuin ya? Ilmuwan ...
    By:
    eha
    mar
    26
    Kenapa justru ilmuwan asing yg nemuin ya? Ilmuwan kita ke mana aja?
    Setuju banget kak, ane dukung hehe
    Setuju banget kak, ane dukung hehe
    nanti sob, blm dpt bocoran dr ilmuwan Jepangnya......
    mar
    19
    nanti sob, blm dpt bocoran dr ilmuwan Jepangnya... :D
    selama ini mereka tdk diketahui oleh ilmuwan2 kita...
    mar
    19
    selama ini mereka tdk diketahui oleh ilmuwan2 kita sob.. yg tau itu ilmuwan dari Jepang.
    Siapa tau di belakang rumah kang Lembu jg byk tuh spesies barunya, coba aja diteliti sama ilmuwan Jepang sob..
    kok gak dijabarin?
    mar
    18
    kok gak dijabarin?
    bukan sedikit jika yang ditemukan adalah 20 spesie...
    mar
    17
    bukan sedikit jika yang ditemukan adalah 20 spesies baru di Siak Hulu Riau itu teh...selama ini kemana mereka itu ya?
    Build a Mobile Site
    View Site in Mobile | Classic
    Share by: