Trem


列車は人、カゴ、空ダル、詰まった樽、ヤギ、ニワトリで混雑していた
*Hari panas dan orang dan binatang keringatan.
日が暑く、人と動物は汗を掻いていた
*Trem bau keringat dan terasi.
社内は汗の臭いとテゥラシで臭かった
* Ambang jendela penuh dengan air ludah dan air sirih,kemerah-merahan seperti buah tomat.
窓の枠はトマトの実のような赤味を帯びていた
* Dalam trem susah bernapas.
列車の中は暑苦しかった
* Tapi orang merokok juga,menghilang bau keringat dan terasi.
しかし、人は汗とテゥラシの匂いを消そうとたばこを吸っていた
* Seorang perempuan muda,Belanda Indo,mengambil sapu tangannya,kecil sebagai daun pembungkus lemper,dihirupnya udara di sapu tangannya,lalu katanya,“Siapa lagi yang membawa terasi ke atas trem.
オランダインド人の若い女性がおかしの包んだ葉のように小さなハンカチを取り出し、ハンカチ越しに空気を吸った。そして言った「もういったい誰が車内にテゥラシを持ち込んだの
* Tidak tau aturan,ini kan kelas satu.“
規則を知らないのか、ここは一等車だ」
* Seorang-orang Tionghoa, gemuk seperti Churchill, mereka tersinggung dan berkata dengan marah kepada nona Belanda Indo itu, “Jangan banyak omong.
チャーチルのように太った一人の中国人が気にさわり、そのオランダインド人の女性に対して怒っていった「口が過ぎるぞ」
*Sekarang kemakmuran bersama, bukanBelanda.”
「今はオランダの時代ではなく共栄の時代なんだぞ」
* Orang Tionghoa itu membungkuk,mengambil dari keranjang sayurannya sebuah bungkusan dan katanya,sambil melihatkan bungkusan itu kepada nona Belanda Indo itu,“Ini dia terasi,mau apa?”
その中国人は腰をかがめて彼の野菜籠からひとつの包みを取り出した「これがテゥラシだ。欲しいか?」



* Seorang perempuan tua,bungkuk dan kurus,bajunya berlubang seperti disengaja melubangkannya,seperti renda seperai,dimarahi kondektur,“Ini kelas satu,mengapa di sini.
腰の曲がってやせている一人の老女が、彼女の上着にはわざとシャツのレースのように穴を開けた老女が車掌に怒られていた「ここは1等だ。なぜここにいる」
* Ayo ke belakang.
さあ、後ろへ行きなさい
*Kalau tidak,bayar lagi.“
もし行かないならさらに払え」
*Perempuan tua itu beriba-iba, meminta supaya ia dibolehkan di kelas satu saja, “Terlalu sempit di sana tuan.
その老女は同情を呼び起こすように1等にいる事ができるようにいった「車掌さん。あそこは狭すぎる(耐えられない)
*Saya tak bias.”
私は出来ません」
*Ya, kalau tak bias, bayar lagi.”
分かった、もしできないなら払え」
*Lambut-lambut perempuan tua itu pergi ke kelas dua.
渋々その老女は2等車へ行った
*Tiba di sana ia melihat dengan marah kepada kondektur dan katanya,“Ah,berlagak betul. Sedikit saja dikasi Nippon,membungkuk-bungkuk. Bah!”
そこにつくと彼女は車掌を睨んでいった「ああいばりくさって。ちょっとでも日本に力を与えられたらああなのだから。日本人にならぺこぺこするのだから」
*Seorang laki-laki,kuat dan tak memakai baju,berdiri dan katanya kepada perenpuan tua itu,“Jangan banyak bicara. Duduk!”
強そうで上着を着けていない1人の男が立ち上がって、その老女に言った「沢山喋るな、座りなさい」
*Di sebuah tempat perhentian,trem berhenti.
1つの停留所で電車は止まった
*Oramg berdesak-desak, pekikan tukang jual karcis kedengaran.
人々は押し合った。切符売りの悲鳴が聞こえてきた
*“Yang turun dulu.Ayu cepat!”
「降りる人が先だ。さあ、早く」
*Orang-orang berasa lega sebentar.
人々は少しゆっくり感じた
*Tapi sebentar lagi trem penuh sesak kembali.
再び電車は混雑した
*Dari bawah kedengaran suara seorang Nippon.
下から日本人の声が聞こえた
*Kasi jaran1 Bagero2
道を開けろ。バカヤロー
*Orang-orang tambah berdesak,memberi jalan kepada orang Nippon itu.
ひとびとはますます混雑し、その日本人に道を与えた
*Seorang anak muda,melihat kepada Nippon itu dengan muka masam dan katanya lambut-lambut,“Orang kelas satu dan orang kelas dua disamakannya saja,seperti binatang saja diperlakukannya.”
1人の若い子が気難しい顔で、その日本人を見て、そしてゆっくりと言った「1等と2等の人間をいっしょにして…動物のように扱いやがって」
*Tapi waktu orang Nippon itu berdiri di dekatnya,ia diam dan melihat ke tempat lain.
しかし、その日本人が彼の横に立つと彼は黙り他の場所を見た
*Orang Nippon itu bergayut pada kulit di atas atap trem dan dari lengan bajunya yang pendek itu keluar bau terasi.
その日本人は電車のつり革につかまると、その短い半袖の上着からテゥラシの匂いがした
*Pemuda itu mengambil sapu tangannya dan dilekapkannya ke hidungnya.
その若者はハンカチを取り出して鼻に当てた
*Di tengah jalan trem berhenti.
道の真中で電車は止まった
*Orang tercengang-cengang.
人々は驚いた
*Piker mereka tentu ada kerusakan atau ada kecelakaan.
彼らはきっと故障したんだ、もしくは事故ったんだと考えた
*Semua orang melihat ke luar.
全ての人が外を見た
*Di tengah-tengah ril kelinatan tiga orang Nippon berdiri menahan trem.
3人の日本人がレールの真中で電車を止めているのが見えた
*Kondektur takut dan untuk keselamatan kepalanya diperhentikannya trem.
車掌は彼の首の安全のため、電車を止めた
*Ketiga orang Nippon itu naik.
その3人組の日本人が乗ってきた
*Tangan orang gores-gores kena pangkal pedangnya.
人の手に刀の根元(ツカ)があたり、引っかき傷を作った
*Mereka berdiri dan tertawa,tertawa kemenangan.
彼らは立ったまま勝ち誇ったように笑った
*Trem jalan lagi berciut-ciut seperti bunyi kerekan.
列車は貨車のようにチュチュという音を立てて再び動き出した
*Pada pengkolan orang-orang terhereng.
カーブで人々は傾いた
*Seorang perempuan muda tiba di atas pangkuan seorang anak muda.
1人の若い女性が若者のひざの上に倒れこんだ
*Seperti sudah biasa,anak muda itu memeluk pinggang sigadis dan ditolongnya berdiri kembali.
その若者は少女の腰を抱えて、彼女が再び立ち上がるのを助けた
*Tapi tempatnya tak diberikannya kepada gadis itu.
しかし彼はその娘に席を譲らなかった
*Bau keringat tak tertahan-tahan lagi.
まだ汗の匂いに耐えられなくなった
*Setiap orang mengeluh.
みんな溜め息をついた
*Ah,teringat kepada masa silam,kata seorang-orang Indonesia,bajunya bagus dan bersih.
「ああ、昔を思い出す」立派で清潔な上着を着た1人のネシア人が言った
*Sebentar-sebentar dipukulnya lengan bajunya,menghilangkan debu.
時々彼は上着のほこりを払うために上着の袖を叩いた
*Orang-orang tak menjawad perkataan orang Indonesia itu.
人々はそのネシア人の言葉に答えなかった
*Seperti perkataan itu sudah biasa saja.
そのような言葉はもう普通になっていた
*Di sebuah perhentian trem lagi,naik seorang pemuda dan seorang gadis.
次の停留所で1人の若者と娘が乗ってきた
*Muka mereka merah,karena kepanasan.
彼らの顔は赤かった
*Tapi mereka tertawa dan berkata dalam bahasa Belanda,kata yang laki-laki: Hm,enak betul di sini.
しかし彼らは笑った。そしてオランダ語で言った「うん、ここはとても気持ちが良い」
*Seperti dalam pasar ayam.
鶏市場の中のようだ
*Yang perempuan tertawa,diambilnya sapu tangannya,dilekapkannya ke hidungnya Yang mancung seperti hidung orang Yahudi.
女は笑ってハンカチを取り出すと、まるでユダヤ人のようにとがった鼻に当てた
*Katanya,“Lebih baik dari pada berjalan kaki.”
「歩くよりはマシです」と彼女は言った
*Yang laki-laki memberengut,“Hm.Pukul berapa hari.”
男の方は「もう何時かな…」と素っ気無く言った
*Orang perempuan itu mengangkat tangan kirinya,hendak melihat hari.
その女性は左手を上げて、日を見た
*Tangan kanannya mengingsut lengan kebayanya,tetapi lengan kebayanya tidak bergerak.
彼女の右手はクバヤの袖を引っ張った。しかし彼女のクバヤの袖は動かなかった
*Dilihatnya...arlojinya sudah menonjol ke luar dari sebuah lubang di lengan kebayanya itu.
彼女は時計がクバヤの袖の穴から飛び出しているのを見た
*Kemalu-maluan katanya,“Pukul setengah dua.”
彼女は恥ずかしそうに言った「1時半よ」
*Kondektur berjalan di muka perempuan tua itu di kelas dua.
2等にいるあの老女の前を車掌が歩いた
*“Karcis yang baru,karcis yang baru.”
「新しい切符、新しい切符」
*Perempuan itu melihat saja kepada kondektur.
その老女は車掌を睨みつけていた
*Di belakang kondektur bibirnya ditariknya ke kanan seperti monyet,dan katanya,“Lihat monyet itu.”
車掌の後ろで彼女は唇を右に引っ張ってサルのような物まねをした。「あのサルを見てご覧」
*Orang banyak heran dan melihat ke bibir orang tua itu.
大勢の人は不思議そうにその老女を見た
*Tiba di Harmoni trem berhenti pula.
ハルモニに着くと電車も止まった
*Dari kota ke Harmoni lamanya dua puluh menit.
町からハルモニまで20分掛かった
*Seorang-orang Indonesia,pakai destar Jawa dan sepatu Inggris melihat dengan Marah ke arlojinya dan dengan suara nyaring seperti gersik daun kelapa yang sudah Tua,katanya,“Bah,dulu hanya empat belas menit.
ジャワターバンと英国靴を履いた1人のネシア人が怒って時計を見た。そして、古い椰子の葉が軋るような声で「昔はたったの14分だったのに」
*Tak ada yang teratur sekarang ini.“
いまや整ったものは無い
*Pada tukang jual karcis katanya,“Bang,mengapa tak diatur orang banyak di tangga Trem.
彼は切符売りに次のように言った「兄さん、どうしてデッキにいる人を整理しないんだ」
*Apa itu macam.
彼らはなんてヤツらだ
*Apa sekarang tidak ada aturan lagi.
今はもう規則は無いのか
*Itu,orang berdiri di atas tangga itu,larang.“Nanti jatuh.”
その階段の上に立つことを禁じる。「やがて落ちるぞ」
*Keheranan-heranan tukang jual karcis itu melihat kepada orang Indonesia itu dan mengejek diputa:nya badannya dan ditipnya peluitnya.
不思議そうにその切符売りは、そのネシア人を見てブツブツ言った。そして体を回転させて笛を吹いた。
*Beberapa orang berpekikan,“Hai nanti dulu.Mau turun.”
何人かが叫んだ「ちょっとまて、降りたいんだ」
*Trem yang sudah berjalan ini,tertegun berhenti lagi.
走っていた電車は急停車した
*Berdesak-desak kembali.
再び押し合った
*Masih banyak orang yang hendak turun.
まだ降りる人が沢山いた
*Orang Indonesia yang berdestar Jawa dan bersepatu Inggris itu melompat ke arah Tukang jual karcis,ditariknya bajunya,“Engkau apa? Berbuat sekehendak hatimu.
英国靴とジャワ頭巾(ターバン)のネシア人は切符売りのところへ飛んでいき上着を引っ張った「お前は何様だ? 自分勝手に振舞って。
*Lihat dulu orang,baru bunyikan peluit.“
まず人を見てから笛を吹け」
*Tukang karcis itu bertambah heren.
その切符売りはますます不思議に思った
*Dalam hatinya,“siapa orang ini?”
彼は心の中で思った「この人は一体?」
*Ia membalikkan badannya pula,tapi tak mengejek lagi,ketakutan rupanya.
彼は再び振り向いた。しかしもうブツブツ言わなかった。恐かったらしい
*Sangkanya:Barangkali anggota Chuo Sangiin.1}
彼は考えた「きっと中央参議院の議員だろう」
*Trem berjalan lagi.
列車は再び動き出した
*Orang tak begitu banyak.
人はあまり多くなかった
*Sudah banyak yang dapat tempat duduk.
座る場所を得た人が沢山いた
*Di tengah-tangah tak berapa orang yang berdiri lagi.
真中で立っている人は、もう何人もいなかった
*Di kelas satu tak seorang jua orang Nippon.
1等には1人も日本人はいなかった
*Perempuan gemuk berkata,sambil menyeka keringat dari lehernya,pendek seperti Orang Nippon,“Euh,kalau tak terpaksa,kuharamkan naik trem.
日本人のような首の短い女性が首の汗を拭いながら言った「うーん、もし強制されなかったら電車なんか乗らない」
*Mobilku diambilnya.
私の車は日本軍に取られた
*Belum dibayar.
まだ未払いだ(買い取るといったらしい)
*Bilang saja hendak merampas,lebih baik.“
略奪するぞといいなさい、その方がマシだ
*Orang laki-laki yang di sebelahnya,berkata,“Nyonya,siapa yang mengambil mobil?”
片側に座っていた男が言った
「奥さん誰が車を取っていったの?」
*“siapa lagi?”
「誰だって?(知るもんか)」
*orang tertawa dan maklum.
人々は笑って理解した
*“Sabarkan saja hati.Nanti tentu dating hari gilang gemilang.”
「我慢しなさい。いつか必ず輝く日が来るのだから」
*Suara ini keluar dari sebuah mulut,berkeringat seperti kulit orang.
人の肌が汗をかくように、この声はひとつの口から自然に出た
*“Apa?...Sabar? kalau aku tak sabar sudah lama aku masuk rumah sakit gila,seperti...“
「何? 我慢しろ? 誰かさんのようにとっくの昔に精神病院に入っていたでしょう」
*Perempuan gemuk itu tak mau meneruskan perkataannya.
その太った女性は言葉を続けようとしなかった



*Mengeluh katanya,“Zaman susah sekarang.Tahun duapuluhan dulu susah juga,tapi tak sesusah sekarang.“
溜め息をついて彼女は言った「面倒な時代です。1920年代も困難であった。しかし、今と同じ困難じゃない」
*Seorang laki-laki celananya pendek dan kotor,mendekati perempuan muda itu,lambat-lambat katanya,“Jangan bicara begitu.Nanti menyesal.”
汚くて短いズボンをはいた1人の男がその娘に近づくとゆっくりといった「そんなに喋るな。あとで後悔するから」
*Dekat Pasar Baru trem berhenti di muka gedung kumidi.
パサールバルーに近づくと劇場前で列車は止まった
*Orang banyak naik dan turun.
多くの人が乗り降りした
*Beberapa orang naik dari jendela.
何人かの人が窓から乗ってきた
*Seorang-orang Nippon naik pula dari jendela.
1人の日本人も窓から乗ってきた
*Seorang-orang Indonesia di atas trem berkata kepada orang Nippon itu,“Hai,engkau apa? Naik dari jendela.Tak tahu aturan.“
列車の中にいた一人のネシア人がその日本人に言った「おいお前はなんだ? 窓から乗ったりして。決まりを知らないのか」
*Orang Nippon itu mengeluarkan beberapa perkataan Indonesia,patah seperti pengkolan jalan.
その日本人は道の曲がり角のように折れた(壊れた)いくつかのネシア語を発した
*Orang Indonesia itu merah mukanya.
そのネシア人は顔が赤くなった
*Baru ia tahu yang ditegurnya tadi,orang Nippon.
さっき自分が声をかけたのが日本人だと初めて彼は知った
*Tapi ia malu kepada orang banyak.
しかし彼は恥ずかしかった(大勢の人に対して)
*Diberanikannya saja hatinya,dan katanya,“Itu tidak bagus.Naik dari jendela.”
彼は気持ちを奮い立たせて、そして言った。「それはよくない。窓から乗るのは」
*Orang Nippon itu naik juga.
その日本人も乗った



*Tiba di atas trem,ia marah-marah kepada orang Indonesia itu,“Kerja di manakah? Kenapa berani rarang-rarang Nippoka?“
電車の上につくと彼はそのネシア人に言った「どこで働いているんだ?なぜ勇敢に日本人を咎めるのか?」
*Orang Indonesia itu tak mau kalah,tapi dalam hatinya ia kecut seperti cita Nippon
Kena air.
そのネシア人は負けたくなかった。しかし、彼の心の中は水に当たった木綿のように縮こまっていた
*Katanya,“Tuan kerja di mana?Saya kerja di Naimubu.”
彼は言った「あなたはどこで働いていますか?私は内務部で働いています」
*Mereka bertengkaran mulut.
彼らは口論した
*Tapi Nippon itu tak melekatkan tangannya,sebab dekat itu ada kenpei.
しかし、その日本人は手を出さなかった。なぜならその近くに憲兵がいたから
*Kenpetai itu berdiri,berkata dalam bahasa Nippon dengan orang Nippon
Pereman itu.
その憲兵隊は、その民間の日本人と話していた
*Rupanya kenpetai itu marah.
その憲兵隊は怒っているようだった
*Dengan suara manis,katanya kepada orang Indonesia itu,“Dia sudah saya marahi.
甘い声でそのネシア人に言った「彼はすでに私が怒っておいた。
*Memang dia salah.“
もちろん彼が間違っている」
* Orang Indonesia itu berasa senang,mendapat kemenangan yang gilang gemilang.
そのインドネシア人は輝く勝利を得てうれしかった


© Rakuten Group, Inc.
Mobilize your Site
スマートフォン版を閲覧 | PC版を閲覧
Share by: